Senin, 25 Juli 2011

video

Senin, 04 Juli 2011

Minggu, 03 Juli 2011

JEMBATAN SIAK III

Jembatan Siak III Beroperasi 2011
PEKANBARU (EKSPOSnews):Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau menargetkan Jembatan Siak III bisa dioperasikan pada

April 2011 sebagai salah satu infrastruktur penunjang PON XVIII 2012.

"April tahun depan, jembatan Siak III tersebut akan dioperasikan. Saat ini kita melakukan penggesaan pengerjaan

pemasangan bantalan utama," ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Riau, SF Hariyanto di Pekanbaru,

Rabu 3 November 2010.

Ia mengatakan jembatan yang dimulai pengerjaannya sejak 2001 lalu, saat ini sudah mencapai 70 persen.

Disebutkannya, beberapa permasalahan menjadi penyebab lamanya pengerjaan jembatan yang dinanti oleh masyarakat

Pekanbaru ini.

"Salah satunya dana. Dana yang dikucurkan setiap tahunnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Setiap tahunnya dana

yang dikucurkan hanya sekitar Rp20 miliar. Padahal untuk pembangunan jembatan ini memerlukan dana sebesar Rp120

miliar," jelas Hariyanto.

Disebutkannya juga, untuk pemasangan bantalan utama ini juga dianggarkan pada APBD murni 2011 dengan besaran

tergantung kesepakatan dari panitia anggaran.

"Begitu juga dengan jembatan Siak IV yang akan dikerjakan pada 2011 mendatang. Disepakati, untuk tahap awal

dikucurkan dana sebesar Rp30 miliar dan sisanya pada 2012 mendatang," tukas dia.

Ia mengatakan pembangunan jembatan sepanjang 32 kilometer tersebut dianggarkan melalui tahun jamak, dan

diperkirakan pada 2012 mendatang akan selesai dan bisa difungsikan.

"Dengan demikian, ketika PON XVIII 2012 mendatang terdapat empat jembatan yang berada diatas Sungai Siak. Jembatan

ini diharapkan menjadi solusi permasalahan kemacetan yang terjadi saat ini," tukas dia.

Sebelumnya Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah, mengatakan pembangunan jembatan Siak III dan IV tersebut harus

segera digesa dikarenakan termasuk infrastruktur penunjang PON XVIII 2012 mendatang.

"Pemko sudah melakukan pembebasan lahan. Nah, saatnya Pemprov melakukan pembangunan terhadap jembatan tersebut,"

ujar Herman.

Jembatan Siak III dan IV ini diharapkan bisa menggantikan jembatan Siak I atau yang akrab disapa dengan nama

jembatan Leighton yang sudah tua.

Jembatan Leighton dibangun pada tahun 1978 oleh Caltex, dan saat ini masih menjadi tumpuan utama masyarakat untuk

menyeberangi Sungai Siak.

Awal tahun ini, warga Pekanbaru sempat digemparkan dengan kabar jembatan tersebut roboh. Namun hal tersebut tidak

terbukti kebenarannya.(an)

Rabu, 17 Maret 2010

MUATAN LEBIH

Perda Muatan Lebih Berdampak Buruk Pada Jalan
16 Februari 2010 - 21:13
 
Muatan Truk Berlebih
Muatan Truk Berlebih
PEKANBARU-(MRC), Keberadaan Perda No 7 Tahun 2005 tentang muatan lebih berdampak buruk terhadap kondisi jalan di Provinsi Riau. Akibat Perda ini kerusakan jalan meningkat, sementara kompensasi dari denda muatan lebih tidak mampu membiayai kerusakan tersebut.

Hal itu diakui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Ruslaini Rachman. ‘’Lahirnya ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kerusakan jalan sebagai dampak berkembangnya teknologi angkutan kendaraan bermotor. Sementara kemamampuan pemerintah menyediakan fasilitas jalan yang sesuai dengan kelas dan jenis kendaraan belum ada,’’ujar Ruslaini kepada wartawan, Selasa (16/2).

Dikatakan, Ruslaini, memang ada denda yang diterapkan dalam Perda tersebut, namun nilai kompensasi muatan lebih itu sangat tidak sebanding dengan kerusakan jalan yang ditanggung daerah. Karena itu, katanya, Perda tersebut memang perlu direvisi seperti dianjurkan Komisi C DPRD Riau beberapa waktu lalu dalam pertemuan hearing intansi terkait.

Dengan adanya revisi Perda ini, menurut Ruslaini, diharapkan pemerintah daerah mendapat kompensasi dari kendaraan-kendaraan yang memiliki muatan melebihi tonase dari ketentuan KIR kendaraan tersebut.

Ruslaini mengatakan, selama ini kompensasi yang merupakan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini tidak sebanding nilai kerusakan jalan.

’’Kompensasi yang merupakan menjadi PAD ini tidak sebanding dengan nilai kerusakan jalan yang harus ditanggung oleh pemerintah. Buktinya, berdasarkan data sejak diberlakukan Perda itu yang disumbangkan sejak tahun 2007 Rp 1, 8 miliar ke kas daerah. Tahun 2008 Rp 4,4 miliar dan terakhir tahun 2009 Rp 4,6 miliar,’’ tuturnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi C DPRD Riau, Ilyas Labay mengatakan, seyognya Perda tersebut direvisi. Pasalnya, kata Ilyas, kenyataanya kerusakan badan jalan menjadi-jadi sehingga bisa membahayakan pengguna jalan.

‘’Target awal dibentuknya Perda itu menggaet PAD. Tapi, kenyataanya tidak sebanding dengan biaya kerusakan jalan yang diakibatkan kendaraan melebihi tonase. Sehingga biaya dikeluarkan untuk kerusakan yang harus di tanggung pemerintah cukup besar. Maka, Perda ini harus direvisi dengan menerapkan denda di tempat dengan nilai cukup tinggi,’’paparnya. (mrc/darex)

Minggu, 21 Februari 2010

MUATAN LEBIH DI JALAN RAYA

DPRD-Dishub Sepakat Denda Kelebihan Muatan Dinaikkan


Senin, 15 Februari 2010 | 22:52 WIB
Laporan: DN Palti

Komisi C DPRD Riau dan juga Dinas Perhubungan (Dishub) Riau sepakat untuk meningkatkan denda bagi kendaraan yang melebihi muatan saat beropersi di jalan raya. Sanksi denda berupa amateri dan kurungan penjara akan lebih berat lagi.

Kesepahaman antara Komisi C dengan Dishub ini terungkap saat rapat di ruang Komisi C, Senin (15/2). Upaya meningkatkan sanksi tersebut akan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005 yang akan di revisi nantinya.

Ketua Komisi C Ilyas Labay seusai pertemuan mengatakan, denda untuk jalan tingkat propinsi yang sebelumnya sebesar Rp. 50 per kilo bagi kendaraan yang melanggar akan dinaikkan berkisar 5 - 15 persen. Sedangkan untuk jalan tingkat Kabupaten sebesar 16 - 25 persen.

"Kita sudah sepakat untuk menaikkan denda bagi kendaraan yang melanggar soal kelebihan muatan. Selama ini karena rendah sekali denda yang digunakan. Sehingga pengusaha pun tak terlalu takut dengan denda ini," ucapnya. (han)

Rabu, 17 Februari 2010

Fly Over Akan Memperlancar Arus Lalulintas di Pekanbaru

Rabu, 13 Pebruari 2008
PEKANBARU (Riau Online): Pekanbaru kini memang benar-benar sedang menuju kota Metropolis. Setelah gedung pencakar langit mulai menghiasi wajah kota ini, dalam waktu dekat ini beberapa persimpangan padat di kota ini akan dibangun Fly Over guna memperlancar arus lalu lintas.

Untuk tahap awal akan dibangun di dua persimpangan, yakni persimpangan Jalan Sudirman dengan Nangka, dan Jalan Sudirman Harapan Raya (Imam Munandar). Jika Fly Over ini selesai dibangun, pengendara yang bergerak di Jalan Sudirman menuju Bandara Sultan Syarif Kasim tidak perlu terhambat lampu lalu lintas di kedua persimpangan tadi.

Untuk membangun dua Fly Over itu, Pemko Pekanbaru melakukan sharing dengan Pemprov Riau. Pemko Pekanbaru mengeluarkan biaya pembuatan Detail Engineering Disign (DED), sedangkan Pemprov Riau akan membiayai pembangunan fisiknya.

Saat ini DED sudah selesai dikerjakan, sehingga tinggal pembangunan fisiknya saja. "Direncanakan pembangunan Fly Over ini akan dimulai tahun 2009 mendatang," ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru, Yusman Amin di Pekanbaru tadi.

Sebelumnya Pemko Pekanbaru memang sempat punya rencana untuk membangun jalan layang di kota ini. Namun setelah dikaji-kaji, ternyata jalan layang belum dibutuhkan sekali. "Mungkin beberapa tahun mendatang jalan layang itu baru dibutuhkan di kota ini," tambahnya.(zas)

Kamis, 28 Januari 2010

JEMBATAN SIAK IV

Dukung PON XVIII - Riau 2012: Jembatan Siak IV Disiapkan untuk PON 2012


Jembatan Siak IV Disiapkan untuk PON 2012
Sumber: tribunpekanbaru.com

Setahun lalu, Pemprov Riau berencana membangun Jembatan Siak IV sebagai solusi kemacetan lalu lintas di kawasan Sudirman Ujung ketika penyelenggaraan PON 2012 mendatang. Pembangunan jembatan yang keempat sebagai penghubung Pekanbaru Kota dengan Kawasan Rumbai, merupakan sharing anggaran.

Pemko Pekanbaru dibebani tugas membebaskan lahan dan hal itu sudah selesai dilaksanakan. Sementara Pemprov Riau mendukung dari sisi biaya pembangunan jembatan. Tahun 2009, melalui APBD Riau dianggarkan dana senilai 10 miliar untuk memulai proyek tersebut. Dengan dana itu, dapat diselesaikan pembangunan cerocok pondasi dari tiang beton yang ditanamkan.(hnk)

2010, Tol Pekanbaru-Dumai Dibangun

2010, Tol Pekanbaru-Dumai Dibangun

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau bersama pemerintah pusat akan segera merealisasikan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 134 kilometer. Realisasi pembangunan jalan tol itu bakal dimulai pada 2010 mendatang, dan pada 2009 ini akan dilakukan pembebasan lahan, yang akan menjadi tanggung jawab masing-masing kabupaten/kota.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP, usai pertemuan dengan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Selasa (27/1) mengatakan, pembebasan lahan ini diharapkan sudah tuntas dalam tahun 2009 ini juga. Karenanya, diharapkan dalam APBD Perubahan nanti, masing-masing daerah sudah menganggarkan dana untuk pembebasan tersebut.
‘’Ada empat daerah yang akan terlibat dalam pembangunan jalan tol ini masing-masing Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Bengkalis dan Kota Dumai. Dalam satu atau dua hari ini akan menggelar rapat dengan keempat daerah tersebut guna mematangkan persiapan pembangunan khususnya dalam pembebasan lahan,’’ ujar gubernur.
Menurut gubernur lagi, pemerintah pusat sudah menantang Riau untuk membangun jalan tersebut dan bahkan pemerintah pusat meminta agar tahun 2009 ini pembangunan itu sudah dilakukan, namun hal itu tidak memungkinkan karena anggaran sudah tersusun. Karenanya akan diupayakan dalam APBD-P nanti anggaran pembangunan jalan tol ini akan dianggarkan. Tahun sebelumnya, Pemprov Riau sudah juga menganggarkan dana untuk pembangunan jalan tersebut sebesar Rp6 miliar, namun anggaran itu tidak bisa digunakan dan akhirnya dikembalikan ke kas daerah.
Menurut gubernur lagi, bagi Riau pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai ini sangat penting sekali, ini dilakukan untuk mempercepat laju investasi. Investasi adalah hal yang sangat penting, tidak ada daerah atau negara yang akan berkembang tanpa masuknya investasi.
‘’Tidak ada gunanya kekayaan yang dimiliki Riau jika sarana infrastrukturnya tidak baik dan bagus. Mudah-mudahan dengan adanya jalan tol ini akan memacu pertumbuhan investasi dan dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan rakyat,’’ tutur gubernur.(uli)

RENCANA JEMBATAN SELAT MALAKA

RENCANA JEMBATAN  SELAT  MALAKA
SUMATERA - MALAKA

Jembatan

Jembatan
FOTO JADI TELUK MESJID

FLYOVER

FLYOVER
Rencana Pembangunan Fly-over Jln.Sudirman Simpang Harapan Raya